BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanpa
disadari peranan Fonologi dalam pembentukan bunyi bahasa sangatlah penting
dalam kehidupan sehari-hari. Karena bunyi-bunyi bahasa inilah berserta
runtunannya dan segala aturannya yang menjadi objek kajian cabang linguistik
yang disebut fonologi-fonetik.
Sedangkan
fonemik adalah cabang kajian fonologi yang mengkaji bunyi bahasa dengan
memperhatikan fungsinya sebgai pembeda makna atau kata. Fonetik adalah cabang
fonologi yang mengkaji bunyi-bunyi bahasa tanpa memperhatikan statusnya, pakah
bunyi tersebut dapat membedakan makna atau tidak.
Bahasa
jawa dalah bahasa ibu pertama bagi penduduk diprovinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Diluar daerah ini dimana ada etnis Jawa tinggal, diantaranya disebagian
provinsi Sumatera Selatan, bahkan diluar Indonesia yaitu Suriname dan Malaysia.
Jumlah pemakai bahasa Jawa saat ini lebih dari 60 juta orang.
Bahasa
jawa juga merupakan bagian dari bahasa Indonesia. Salah satu bahasa yang unik
bagi penuturnya. Keunikan bahasa Jawa menjadi kajian dari fonetik dan disini
kami akan membahas tentang fonetik dalam bahasa Jawa. Vokal dan konsonan dalam
bahasa Jawa. bagaimana letak perbedaan dengan bahasa indonesia.
Selain
itu bahasa Jawa memiliki fonem-fonem yang tidak dimiliki bahasa lain. Itu menjadi
perhatian kita bahwa fonem-fonem bahasa Jawa perlu dianalisis lagi sehingga
kita menjadi paham akan kekayaan fonem bahasa Jawa.
Kurangnya
pengetahuan mengenai fonem-fonem bahasa Jawa, menjadikan penulisan bahasa Jawa
cenderung menuliskan kata dari apa yang didengar. Padahal dalam bahas Jawa ada
beberapa fonem yang penulisannya tidak sesuai dengan pengucapannya .
Ini
terjadi karena adanya pengaruh dari penulisan bahasa Indonesia. Kita menganggap
bahwa penulisan bahasa Indonesia sama dengan penulisan bahasa Jawa.
Sesungguhnya penulisan bahasa Jawa sangat berbeda dengan bahasa Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan fonologi?
2. Apa
yang dimaksud dengan hakikat fonetik dalam bahasa jawa?
3. Apa
yang dimaksud dengan hakikat fonemik dalam bahasa jawa?
4. Bagaimana
pengklasifikasian fonetik dalam bahasa jawa?
1.3 Tujuan
1.3.1
Untuk mengetahui hakikat fonologi,
fonetik, dan fonemik.
1.3.2
Untuk mengetahui tentang fonetik
dalam bahasa Jawa.
1.3.3
Memahami pembentuk bunyi bahasa
yang digunakan dalam bahasa Jawa
1.3.4
Mengetahui pengklasifikasian bunyi
bahasa dalam bahasa Jawa
1.4 Manfaat
Makalah
ini diharapkan bermanfaat :
1) untuk
mengetahui hakikat fonetik dan fonemik secara umum
2) untuk
mengetahui hakikat fonetik dan fonemik dalam bahasa jawa
3) mendapat
pengklasifikasian fonetik dalam bahasa jawa
4) mengetahui
penerapan fonologi dalam bahasa jawa
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
HAKIKAT
FONOLOGI
Kurnia
(2013 :38) mengatakan bahwa, fonologi
secara etimologi terbentuk dari kata fon yaitu bunyi, logi yaitu ilmu. Menurut
hieraki satuan bunyi yang menjadi objek studinya, fonologi dibedakan menjadi
fonetik dan fonemik.
Anton
(1981:106), perbedaan fonologi yang dapat dicatat setakat ini
sekurang-kurangnya mengenai tujuhhal, yaitu :
1. Alternasi
vokal
2. Alternasi
konsonan
3. Penyederhanaan
deret vokal
4. Penyederhanaan
gugus konsonan
5. Jumlah
fonem frikatif
6. Penyederhanaan
diftong
7. Bentuk
hiper baku
Kridalaksana
(2002) menjelaskan adalah bidang dalam linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi
bahasa menurut fungsinya. (Chaer , 2009
:1) mengatakan bahwa, fonologi lazim diartikan sebagai bagian dari kajian ilmu
linguistik yang mempelajari, membahas, membicarakan, dan menganalisis
bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat-alat ucap manusia. Kemudian yang
dikaji ialah bunyi-bunyi bahasa sebagai satuan terecil ujaran beserta gabungan
antarbunyi yang membentuk silabel atau suku kata.
Jadi, pada
hakikatnya fonologi adalah ilmu yang mengkaji, menelaah, atau
menganalisis secara umum terkait fonologi kebahasaindonesiaan baik sebagai suatu entitas yang memiliki struktur
maupun dalam kaitannya dengan berbagai hal di luar struktur yang perlu
dipahami. Fonologi ialah bidang
linguisik atau lmu bahasa yang menyelidiki, mempelajari, menganalisis, dan
membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia
berserta fungsinya.
1. Fonologi
sebagai subdisiplin ilmu yang objek kajiannya adalah unsur bahasa yang terkecil
atau bunyi bahasa.
2. Sebagai
suatu disiplin linguistik fonologi memiliki dua cakupan, yaitu :
·
Dalam arti luas,
fonologi mencakup bunyi bahasa secara umum, yang mencakup kajian fonetik dan
fonemik
·
Dalam arti sempit,
fonologi mengkaji bunyi-bunyi bahasa yang berfungsi sebagai pembeda makna.
2.2
HAKIKAT
FONETIK
Dalam
kurnia (2013 : 3) mengatakan bahwa, fonetik dijelaskan sebagai cabang studi fonologi
yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut
mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak.
Cf.
Malmberg. 1963:1; Verhaar, 1977:12; Ramelan, 1982:3) dalam Marsono (2013),
fonetik ialah ilmu yang menyelidiki bunyi bahasa tanpa melihat bunyi itu
sebagai pembeda makna dalam suatu bahasa.
Sudarjanto
dalam (Marsono), fonetik menyelidiki bunyi bahasa dari sudut tutur ujaran
(parole).
Dalam marsono (2013:2), Fonetika
memiliki tiga cabang utama:
- fonetik artikulatoris yang mempelajari posisi dan gerakan bibir, lidah dan organ-organ manusia lainnya yang memproduksi suara atau bunyi bahasa
- fonetik akustik yang mempelajari gelombang suara dan bagaimana mereka didengarkan oleh telinga manusia
- fonetik auditori yang mempelajari persepsi bunyi dan terutama bagaimana otak mengolah data yang masuk sebagai suara
Kridalaksana (1984:54), fonetik juga diartikan sebagai
ilmu yang menyelidiki penghasilan, penyampaian, dan penerimaan bunyi bahasa,
ilmu interdesplinerlinguistik dengan fisika, amnatomi, dan psikologi, fonetik
juga diartikan sebagai bunyi bahasa.
Dalam abdul chaer (2013:9), cabang linguitik yang
meneliti bunyi-bunyi bahasa tanpa melihat bunyi-bunyi itu dapat membedakan
makna atau tidak.
Abdul chaer (2013),
Fonetik adalah ilmu yang mempelajari produksi bunyi bahasa. Ilmu ini
berangkat dari teori fisika dasar yang mendeskripsikan bahwa bunyi pada
hakikatnya adalah gejala yang timbul akibat adanya benda yang bergetar dan
menggetarkan udara di sekelilingnya. Oleh karena bunyi bahasa juga merupakan
bunyi, bunyi bahasa tentunya diciptakan dari adanya getaran suatu benda yang
menyebabkan udara ikut bergetar. Perbedaan antara bunyi bahasa dengan bunyi
lainnya menurut fonetik adalah bunyi bahasa tercipta atas getaran alat-alat
ucap manusia sedangkan bunyi biasa tercipta dari getaran benda-benda selain
alat ucap manusia.
Jadi pada hakikatnya fonetik adalah cabang fonologi
yang mengkaji bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direlisasikan atau
dilafalkan. Fonetik mempelajari cara bunyi bahasa dihasilkan atau suatu bunyi
bahasa diproduksi alat ucap manusia, fonetik juga mempelajari kerja organ tubuh
manusia terutama yang berhubungan dengan
penggunaan bahasa.
Namun demikian, pada dasarnya deskripsi bunyi bahasa
fonetik ini masih kurang lengkap sehingga akan dilengkapi oleh deskripsi bunyi
bahasa menurut fonemik.
Dalam fonetik,
bunyi bahasa dianggap setara dengan bunyi, yaitu sebuah gejala fisika yang
dapat diamati proses produksinya. Fonetik memang berorientasi dalam deskripsi
produksi bunyi bahasa serta cara-cara yang dapat mengubah bunyi bahasa itu
dalam produksinya. Oleh karena itu, fonetik bertugas mendeskripsikan
bunyi-bunyi bahasa yang terdapat di dalam suatu bahasa.
2.3
HAKIKAT
FONEMIK
Dalam
kurnia (2013:46) mengatakan bahwa, objek penelitian fonemik fonem yakni bunyi
bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata, dan jika tidak
membedakan makna berarti bukan fonem.
Abdul chaer
(2009:62), fonemik dikatakan mengkaji bunyi dengan memperhatikan statusnya
sebagai pembeda makna.
Jadi pada
hakikatnya, Fonemik sendiri adalah ilmu
yang mempelajari fungsi bunyi bahasa
sebagai pembeda makna. Pada dasarnya, setiap kata atau kalimat yang
diucapkan manusia itu berupa runtutan bunyi bahasa. Pengubahan suatu bunyi
dalam deretan itu dapat mengakibatkan perubahan makna. Perubahan makna yang
dimaksud bisa berganti makna atau kehilangan makna.
BAB
3
HASIL
3.1
Hasil
3.1.1 Fonetik dalam bahasa jawa
Cabang
studi fonologi yang mempelajari, menyelidiki, dan menganalisis pengahasilan,
penyampaianm dan penerimaan bunyi-bunyi ujaran/ bahasa yang dipakai dalam tutur
bahasa jawa tanpa memperhatikan fungsinya sebagai pembeda makna dalam bahasa
jawa yang melibatkan analisis ilmu fiska dan anatomi dan psikologi.
3.1.2
fonemik dalam bahasa jawa
Fonemik
adalah bunyi bahasa yang membedakan makna kata dan arti dalam bahasa jawa.
1. Fonem vokal
Vokal merupakan bunyi bersuara yang
dihasilkan oleh udara yang dikeluarkan dari paru-paru melalui mulut tanpa
adanya hambatan.
Fonem
vokal dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Berdasarkan
posisi lidah
a. Vokal
terbuka, jika lidah berada pada posisi rendah. Misalnya
bunyi [a].
b.Vokal madya, jika lidah berada
pada posisi tengah. Misalnya
bunyi [e],[ɛ],[ə],[ɔ], dan[o].
c.Vokal tinggi, jika lidah berada
pada posisi atas. Misalnya bunyi
[i],[u]
2. Berdasarkan
bentuk bibir
a. Vokal
bundar, ialah jika bentuk bibir mrmbulat. Contohnya vokal
[ɔ], [u], dan[o].
b.Vokal tak bundar, ialah jika
bentuk bibir melebar. Contohnya pada
bunyi [e],[ɛ],[i], dan [a].
c. Vokal netral, ialah jika bentuk
bibir tidak bulat dan tidak melebar.
Contohnya adalah vokal [ɑ].
Fonem
vokal bahasa jawa tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) /i/ adalah vokal tertutup tinggi-kuat
depan-takbundar yang dihasilkan dengan posisi lidah bagian depan hampir
menyentuh langit-langit dengan kedua bibir agak terentang ke samping.
2) /e/ adalah vokal agak tertutup sedang
kuat depan-takbundar yang dihasilkan dengan daun lidah dinaikkan dan diiringi
bentuk bibir yang netral, artinya tdak terentang dan juga tidak membundar.
3) /ə/ ialah vokal sedang-tengah takbundar
atau vokal tengah pende setengah tertutup yang dihasilkan dengan menaikkan
bagian tengah lidah dengan bentuk bibir netral.
4) /a/ ialah vokal terbuka rendah-lemah
tengah-takbundar atau vokal tengah pendek setengah terbuka yang dihasilkan
dengan biibir netral.
5) /ͻ/ yaitu vokal agak terbuka
sedang-lemah belakang-bundar atau belakang pendek terbuka yang dihasilkan
dengan bentuk bibir kurang bundar atu takbundar.
6) /o/ yaitu vokal agak tertutup
sedang-kuat belakang-bundar yang dihasilkan dengan bentuk bibir bundar.
7) /u/ yaitu vokal tertutup belakang-bundar
tinggi-kuat yang dihasilkan dengan meninggalkan bagian belakang lidah dengan
posisi kedua bibir agak maju ke depan dan agak membundar.
Macam-macam
fonem vokal
1. Vokal /i/, terdiri dari 2 alofon :
a. i (i jejeg)
Bunyi [i] dapat menduduki awal,
tengah, dan akhir kata. Misalnya ijab,mrica dan tari.
b. I [I miring]
Terletak pada kata yang diakhiri
konsonan. Misalnya pada kata cacing (cacIng), wajik (wajIk)
2. Vokal /e/
Vokal mempunyai 2 alofon, yaitu:
a.
/e/
(e swara jejeg/ e taling) menduduki semua posisi baik awal, tengah, dan
akhir.
Misalnya kata eman ‘sayang’, sela ‘batu’dan gule’gulai’.
b.
/ɛ/
(e swara miring) terletak pada awal dan tengah kata. Misalnya
estu’jadi’,
saren ’marus’ dan gepeng ’gapeng’.
3. Vokal ə
Vokal /ə/ dalam bahasa Jawa bukan
merupakan alofon fonem /e/ melainkan merupakan fonem tersendiri karena kedua
bunyi itu dalam bahasa Jawa dapat membedakan makna.
Misal:
Kere [
kere] =
miskin
Kere [kəre] = tirai bamboo
Geger
[gɛgɛr]= huru hara
geger [ gəgər]= punggung
4. Vokal /a/
terletak di depan, tengah, dan
akhir. Contohnya
Aku
laris
ora
5. Vokal /ɔ/
Bukan merupakan alofon dari /o/,
namun vokal yang berdiri sendiri. Terletaki awal, tengah, dan akhir kata.
Misal :
Amba
rata
ula
6. Vokal /o/
Terletak di awal, tengah, akhir
kata. Misal : Obah
coba
kebo
7. Vokal /u/
Mempunyai 2 alofon, yaitu
·
u (swara jejeg)
Terletak di awal, tengah, dan
belakang kata.
Misal:
Urip
wuta
madu
· u swara miring
Barada di tengah kata.
Misal : Biyung
parut
pupur
3.2 pembahasan
3.2.1 analisis
vocal dalam bahasa jawa
1. Vokal A
Vocal A dalam bahasa jawa ada dua
macam pengucapan jenis huruf vokal "a" yaitu pengucapannya “A”
dan vocal “A” diucapkan sebagai huruf "o" seperti pada kata
berikut:
Ø cencang dibaca 'cencang', bermakna : ikat,
mengikat
Ø randa dibaca
"rondo" berarti janda dalam bahasa Indonesia
Ø jaka dibaca
"joko" berarti jejaka
Ø gawa dibaca
"gowo" berarti bawa
Ø waja dibaca
"wojo" berarti gigi
Ø lara dibaca
"loro" berarti sakit
Ø mara dibaca
"moro" berarti dating
Ø lawa dibaca
"lowo" berarti kelelawar
Ø maca dibaca
"moco" berarti membaca
Ø pasa dibaca
"poso" berarti puasa
Ø mrana dibaca
"mrono" berarti ke sana
Ø kana dibaca
"kono" berarti sana
Ø wana dibaca
"wono" berarti hutan
pengucapan
huruf vokal "a" dibaca sebagai huruf "a" seperti
pada kata "papan, wajan".
Ø gawan dibaca "gawan"
berarti bawaan
Ø sarapan dibaca "sarapan"
berarti makan pagi
Ø bal dibaca "bal" berarti
bola
Ø kapan dibaca "kapan"
berarti kata tanya yang menanyakan waktu
Ø papat dibaca "papat"
berarti angka empat
Ø ora dibaca "ora" berarti
tidak
Ø lawang dibaca "lawang"
berarti pintu
Ø nyawang dibaca "nyawang"
berarti melihat
Ø balang dibaca "balang"
berarti lempar
Ø jaran dibaca “jaran” berarti kuda
Biasanya (sebagian besar) untuk
huruf vokal "a" dibaca sebagai "a" terdapat pada kata yang
diakhiri konsonan mati. Misalnya, kata "gawan" jika huruf "n"
dihilangkan maka akan dibaca "gowo" seperti contoh nomor satu.
2.
Vokal I
Vokal "i" dibaca "i" biasanya teknik pertama ini, huruf
vokal "i" tidak diikuti huruf konsonan mati. Berikut ini adalah
beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jawa yang menggunakan vokal "i"
dibaca "i":
Ø kali dibaca "kali" berarti
sungai
Ø lali dibaca "lali" berarti
lupa
Ø mburi dibaca "mburi"
berarti belakang
Ø iwak dibaca "iwak" berarti
ikan
Ø bali dibaca "bali" berarti
kembali
Ø wedi dibaca "wedi" berarti
takut
Ø wedhi dibaca "wedhi"
berarti pasir
Ø kancil dibaca “k’a
cel”
berarti kancil
Vokal
"i" dibaca "e" biasanya teknik bunyi kedua ini huruf vokal "i"
selalu diikuti/diakhiri dengan huruf konsonan mati. Contoh :
Ø Kuping dibaca
"kupeng" berarti telinga
Ø sikil dibaca
"sikel" berarti kaki
Ø miring dibaca
"mireng" berarti condong
Ø lirih dibaca
"lireh" berarti pelan
Ø kirim dibaca
"kirem" berarti hantar
Ø winih dibaca
"wineh" berarti benih
Ø jirih dibaca
"jireh" berarti takut
3. Vokal u
Dalam
bahasa Jawa ada dua macam bunyi untuk bunyi "u”.
Pertama u dibaca u Biasanya bunyi "u" ini diucapkan
jika "u" pada suatu kata diikuti akhiran konsonan mati,
seperti pada kosakata Jawa berikut ini:
Ø Tuku : Beli
Ø Turu : Tidur
Ø Wulu : Bulu
Ø Krungu : Mendengar
Ø Urip : Hidup
Vokal "u" dibaca seperti huruf
"o" jika suatu kata tidak iikuti konsonan mati, seperti kata berikut:
Ø Mundur : Mundur
Ø Nganggur : Mengganggur
Ø Taun : Tahun
Ø Tuyul : Tuyul
Ø Mung : Hanya
Ø Durung : Belum
Ø Bubur :
bubur
4. Vokal
E
Pengucapan
bunyi "e" ada tiga (3) macam bentuk teknik pengucapan bunyi untuk
"e".
1) Bunyi
"e" ditulis "e" standar berarti Anda membacanya seperti
bunyi "e" . Sekarang ucapkan bunyi "e" pada kosa kata berikut
ini:
Ø Edan : Gila
Ø Ent
k :
Dapat
Ø Enak : Sedap
Ø Eman : Sayang
Ø Endah : Elok
2) Bunyi
"ε". Saya tulis "e" tebal berarti Anda membacanya
seperti bunyi "e" pada kata "BELI", BELUM
Ø Bεras : beras
Ø Bεnεr : Betul
Ø Sεnεng- : Senang, gembira
Ø Kεtan : nama beras
Ø Bangεt : Ungkapan yang menyangatkan seperti
kata : akeh banget!
(banyak sekali!)
Ø Mlεbu : masuk
Ø Mεtu : keluar
3) Bunyi
"ə " pada kata "SOBEK", TOKEK".
Ø Kabəh : semua
Ø Akəh : banyak
Ø Yən : jika
Ø Bən : biar, agar, supaya
Ø Lərən : istirahat
5.
Vokal "o".
1. Vokal
o dalam bahasa jawa ada 2 teknik pengucapan yaitu: bunyi "o"
Ø Coro : kecoa
Ø Ora : tidak
Ø Kanggo : untuk
Ø Golək : cari
Ø Loro : dua
2. Vokal
"O".
Biasanya
bunyi "o" ini diucapkan jika diikuti akhiran konsonan mati pada suatu
kat.
Ø dulOR : saudara
Ø Lor :
utara
Ø SeparO
: setengah
Ø RampŌng : selesai
3. Vocal
Ō
Ø Ōpo : apa
Ø CŌpŌt : lepas
Ø CŌlŌng : curi
Ø NgŌmŌng : bicara
Ø bŌsŌ : bahasa
Ø WŌng :
orang
Ø BawŌn :upah panen padi
3.2.2
Analisis
Konsonan dalam Bahasa Jawa
1) konsonan
B
Ø Balong : Tulang
Kalong : kalung
Ø Moh :
tidak mau
Mboh : tidak tahu
2) Konsonan
C
Ø Coro : cara
cͻrͻ : kecoak
3) Konsonan
D
Ø Dino : hari
Cino : cina
4) Konsonan
G
Ø Gulo : gula
Ulo : ular
5) Konsonan
J
Ø Jajan : beli
Ø Wajan : tempat menggoreng
6) Konsonan
K
Ø Ketan : beras ketan
Etan : timur
Ø Jero : dalam
Jerok : jeruk
7) Konsonan
L
Ø Lambe : bibir
Rambe : buah rambe
Ø Numpak : naik
Numplak : jatuh
8) Konsonan
M
Ø Moro : datang
Loro : sakit
9) Konsonan
N
Ø nŌn :apa
nŌk : panggilan untuk anak perempuan
Ø Nemu : dapat
Lemu : gemuk
10) Konsonan
R
Ø Rebo :hari rabu
Kebo : kerbau
11) konsonan
P
Ø Pentoŋ : pukul
Entok :
kepompong
Ø Parang : pisau besar
Arang : arang
12) Konsonan
S
Ø Setu :
hari sabtu
Metu :
keluar
13) Konsonan
T
Ø
Tarangan : sarang ayam
14) Konsonan
W
Ø Wedang :
minuman
Edaŋ : menjenguk
Ø Walang : belalang
Alang : rumput liar
15) ny
Ø nyoh : ini
Ø bεnyεk : becek
Ø nyɛlɛntik : sentil
Ø manyun : cemberut
Ø munyOk : kera
Ø mɛnyat : tegak
16) ng
Ø ilaŋ :
hilang
Ø ana ing : ada di
Ø ngko :
nanti
Ø linggoh : duduk
Ø menggko : nanti
Ø nggo : buat
Ø munggah : naik
Ø ngongkon : menyuruh
3.2.3
analisis diftong dalam
bahasa jawa
1) Diftong
“ai”
Ø Rai : wajah
2) Diftong
“ae”
Ø Kae : itu
Ø Wae : saja
Ø Jae : jahe
3) Diftong
au
Ø Tau : pernah
Ø Mau : tadi
4) Diftong
“oe”
Ø Koe : kamu
5) Diftong
ao
Ø Taon : tahun
Ø Raop : cuci muka
Ø Laos : lengkuas
6) Diftong
ue
Ø Sue : lama
Ø Lueh : lapar
Ø Cuel : mengambil sedikit
7) Diftong
ie
Ø Pie : bagaimana
Ø Mbien : dahulu
3.2.4
analisis klutser dalam
bahasa jawa
klutser dalam bahasa
jawa ada beberapa seperti berikut :
1) nd
Ø nandi : kemana
Ø ndelek : sembunyi
Ø ndelok : melihat
Ø ndipek : duluan
Ø ndue : punya
Ø ndarak : pikir
2) nr
Ø nrabas : jalan pintas
3) kr
Ø krama : kramah
Ø kroto : buah melinja yang masih
kecil
Ø krungu : dengar
Ø kringet : keringat
Ø kriteng : keriting
4) sw
Ø swidak : enam puluh
Ø swiwi : sayap ayam
5) kl
Ø klopo : kelapa
Ø kloso : tikar
6) dh
Ø wedhus :
kambing
Ø mandhek : berhenti
Ø dhangak : melihat keatas
7) th
Ø munthol : ubi jalar
Ø gɛthok : makan dari ubi
8) dr
Ø driji : jari
Ø drom : tong/kaleng isi minyak
9) gr
Ø grojokan : air terjun yang tidak terlalu
tinggi
Ø graji : gergaji
Ø nggragas : rakus
10) gl
Ø glugu : batang kelapa
Ø glugot : jarum kecil yang ada
dibatang bambu
11) mr
Ø mrico : merica
Ø mriwes : burung blibis
12) br
Ø sembrono : sembarangan
Ø ambrol : runtuh
Ø brotowali : tanaman pembuat jamu
Ø mbrobos : keluar
Ø ambrok : runtuh
13) bl
Ø blulOk : kelapa yang masih kecil
Ø blumbang : kolam
Ø blarak : daun kelapa
Ø blas : sama sekali
14) st
Ø Stang : setir
Ø Strum : aliran listrik
15) Nj
Ø Njileh : meminjam
Ø Njimok : mengambil
Ø Njitak : memikul kepala
Ø Niwet : mencubit
16) Pl
Ø Plinteng : ketapel
Ø Keplater : terjebak dilumpur
Ø Pliket : lengket
17) Pr
Ø Pr
ng :
bambu
Ø Prenjak : sejenis burung
18) Tr
Ø Satru : berkelahi
19) Ml
Ø Mlaku : berjalan
Ø Mlarat : miskin
20) Mb
Ø Mburi : blakang
Ø Mbak : panggilan kakak perempuan
BAB
IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
alat ucap manusia, fonetik juga mempelajari kerja
organ tubuh manusia terutama yang berhubungan
dengan penggunaan bahasa. Yang dikaji dalam fonetik adalah :
- fonetik artikulatoris yang mempelajari posisi dan gerakan bibir, lidah dan organ-organ manusia lainnya yang memproduksi suara atau bunyi bahasa
- fonetik akustik yang mempelajari gelombang suara dan bagaimana mereka didengarkan oleh telinga manusia
- fonetik auditori yang mempelajari persepsi bunyi dan terutama bagaimana otak mengolah data yang masuk sebagai suara
Fonemik
sendiri adalah ilmu yang mempelajari
fungsi bunyi bahasa sebagai
pembeda makna kata, dan jika tidak membedakan makna
berarti bukan fonem. Hal yang dikaji dalam fonemik adalah fonem.
Hakikat
fonetik dalam bahasa jawa adalah mempelajari,
menyelidiki, dan menganalisis pengahasilan, penyampaianm dan penerimaan bunyi-bunyi
ujaran/ bahasa yang dipakai dalam tutur bahasa jawa tanpa memperhatikan
fungsinya sebagai pembeda makna dalam bahasa jawa yang melibatkan analisis ilmu
fiska dan anatomi dan psikologi.
Hakikat fonemik dalam bahasa jawa adalah
Fonemik adalah bunyi bahasa yang membedakan makna kata dan
arti dalam bahasa jawa.
Kemudian
pengklasifikasian fonetik dalam bahasa jawa ada fonem vokal, konsonan, diftong
dan kluster yang mengkaji bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari
4.2 SARAN
Penulis
berharap penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai Fonetik
dan Fonemik dalam bahasa jawa dan dapat memberi ide bagi mahasiswa untuk
melakukan penelitian lebih lanjut. Tersusunnya makalah ini masih sangat jauh
dari kesempurnaan, namun penulis berharap bahwa di masa yang akan datang
makalah ini dapat menjadi inspirasi kepada para pembaca, kshususnya bagi para
pembaca yang ingin menganalisis atau meneliti dalam fonetik dan fonemik dalam
bahasa jawa.
DAFTAR PUSTAKA
Kurnia. 2013. Fonologi. Palembang.
M.
moeliono,anton. 1981. Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa. Jakarta : Djambatan.
Chaer,abdul.
2009. Fonologi Bahasa Indonesia.
Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Kushartanti,
dkk. 2007. Pesona Bahasa. Jakarta :
PT. Gramedia Pustaka Umum.
Kurnia. 2013. Linguistik Umum. Palembang.
Marsono.2013. Fonetik. Yogyakarta :Gajah Mada
University Press.
Departement
Pendidikan dan Kebudayaan. 1993. Tata
Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Perum Balai Pustaka.
Hastuti P.H,
sri. 1983. Permasalahn dalam Bahasa Indonesia.
Yogyakarta : PT. Intan.
Chaer, Abdul.2003. Linguistik
Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Verhaar,
J.W.M. 2010. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta
: Gajah Mada
Universuty Press.
Muslich, Drs.
Masnur. 2010. Garis-Garis Besar Tata
Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Bandung : Refika Aditama.